Tidak Sampai Selangit, Ini Biaya Pokok Kehamilan Calon Mommy

Tidak Sampai Selangit, Ini Biaya Pokok Kehamilan Calon Mommy

Mar 17, 2022 by Equen

Biaya Pokok Kehamilan Calon Mommy

Saukprairiehd – Memiliki keturunan merupakan keinginan hampir setiap keluarga di Indonesia. Terutama bagi pasangan yang baru menikah, kehadiran si buah hati pastinya menjadi salah satu momen yang ditunggu-tunggu.

Namun perlu diingat bahwa untuk dapat memiliki anak, ada banyak proses yang harus dilalui, mulai dari kehamilan, hingga pasca kelahiran bayi. Di setiap tahapan tersebut, ada biaya-biaya yang perlu untuk diperhitungkan. Tim Riset Saukprairiehd merangkum biaya-biaya yang harus dikeluarkan saat ingin memiliki anak dalam ulasan berikut.

1. Tes Kehamilan
Bagi kebanyakan orang, tes kehamilan merupakan langkah awal dalam proses memiliki keturunan. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Paling mudah dan murah adalah menggunakan test pack yang dijual bebas di apotek. Kisaran harga test pack adalah Rp 20.000-Rp 50.000. Bila ingin mengetahui kondisi kehamilan secara lengkap, ada pula tes hormon Human Chorionic Gonadotropin (HCG) yang biayanya sekitar Rp 700.000 di klinik atau laboratorium kesehatan.

2. Cek Kesehatan Awal Kehamilan
Biasanya pada awal masa kehamilan calon Ibu akan memerlukan tes Toxoplasma, Rubella, Cytomegalovirius, dan Herpes (TORCH). Tes tersebut diperlukan supaya dapat melakukan tindakan antisipasi apabila ditemukan infeksi pada calon ibu.

Jika infeksi tidak segera ditangani, akan sangat berbahaya bagi janin. Biaya tes TORCH bisa bervariasi di rumah sakit yang berbeda. Nmaun secara rata-rata tes TORCH lengkap akan menelan biaya Rp 2 juta.

3. Kontrol Rutin Kehamilan
Setelah kehamilan dikonfirmasi, calon ibu membutuhkan pemeriksaan rutin yang dilakukan oleh dokter. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan kesehatan ibu dan janin.

Hasil penelitian yang dikutip dari hallosehat mengatakan bahwa ibu yang tidak memeriksakan kandungan berisiko tiga kali lebih tinggi untuk melahirkan bayi berat rendah ketimbang yang memeriksa secara rutin.

Dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No. 25 tahun 2014, ibu disarankan memeriksa kandungan secara berkala setidaknya empat kali sepanjang masa kehamilan. namun itu adalah jumlah minimal. Dalam praktiknya, dokter akan menyarankan jumlah pemeriksaan yang lebih untuk alasan kesehatan.

Untuk kontrol di trimester awal kehamilan (bulan 1-3), biasanya dokter akan menyarankan kontrol sebanyak 4 kali. Pada masa ini memang diperlukan pemeriksaan yang lebih intensif karena kondisi janin yang masih lemah.

Bila kesehatan dilengkapi dengan USG, maka biaya untuk satu kali kontrol rata-rata sebesar Rp 155 ribu di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) tipe B milik pemerintah.

Setelah itu, di masa kehamilan bulan 4-8 biasanya kontrol kehamilan dilakukan sebanyak satu kali dalam sebulan. Selanjutnya ada satu bulan terakhir (bulan 9), dokter akan menyarankan kontrol dua minggu sekali untuk memastikan kondisi janin untuk kelahiran.

Oiya, ada juga multivitamin yang diberikan dokter seharga Rp 160 ribu per kedatangan. Meskipun optional, namun kebanyakan calon ibu akan mengonsumsi vitamin tersebut untuk menambah kekuatan saat hamil.

Artinya dalam satu kali kehamilan, rata-rata calon ibu akan mengunjungi dokter sebanyak 11 kali. Total biaya yang dibutuhkan mencapai Rp 3.465.000.
Perlu diingat bahwa biaya pada rumah sakit swasta bisa berbeda.

4. Biaya Persalinan
Biaya persalinan seringkali menjadi komponen paling mahal. Namun sejatinya, biaya kelahiran normal di RSUD tipe B hanya sebesar Rp 5 juta rupiah. Namun apabila kondisi calon ibu tidak memungkinkan untuk bersalin dengan cara normal, ada pula pilihan operasi caesar yang menelan biaya sebesar Rp 11,5 juta.

Lagi-lagi, biaya persalinan bisa berbeda tergantung rumah sakit yang dipilih. Contohnya di Rumah Sakit MRCC Siloam Hospitals Semanggi, biaya persalinan normal berkisar antara Rp 13-37 juta. Sementara operasi caesar antara Rp 21-58 juta.

2. Cek Kesehatan Awal Kehamilan
Biasanya pada awal masa kehamilan calon Ibu akan memerlukan tes Toxoplasma, Rubella, Cytomegalovirius, dan Herpes (TORCH). Tes tersebut diperlukan supaya dapat melakukan tindakan antisipasi apabila ditemukan infeksi pada calon ibu.

Jika infeksi tidak segera ditangani, akan sangat berbahaya bagi janin. Biaya tes TORCH bisa bervariasi di rumah sakit yang berbeda. Nmaun secara rata-rata tes TORCH lengkap akan menelan biaya Rp 2 juta.

3. Kontrol Rutin Kehamilan
Setelah kehamilan dikonfirmasi, calon ibu membutuhkan pemeriksaan rutin yang dilakukan oleh dokter. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan kesehatan ibu dan janin.

Hasil penelitian yang dikutip dari hallosehat mengatakan bahwa ibu yang tidak memeriksakan kandungan berisiko tiga kali lebih tinggi untuk melahirkan bayi berat rendah ketimbang yang memeriksa secara rutin.

Dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No. 25 tahun 2014, ibu disarankan memeriksa kandungan secara berkala setidaknya empat kali sepanjang masa kehamilan. namun itu adalah jumlah minimal. Dalam praktiknya, dokter akan menyarankan jumlah pemeriksaan yang lebih untuk alasan kesehatan.

Untuk kontrol di trimester awal kehamilan (bulan 1-3), biasanya dokter akan menyarankan kontrol sebanyak 4 kali. Pada masa ini memang diperlukan pemeriksaan yang lebih intensif karena kondisi janin yang masih lemah.

Baca juga : 20 Game Offline Terbaik untuk Android & IOS, Tak Boros Kuota!

Bila kesehatan dilengkapi dengan USG, maka biaya untuk satu kali kontrol rata-rata sebesar Rp 155 ribu di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) tipe B milik pemerintah.

Setelah itu, di masa kehamilan bulan 4-8 biasanya kontrol kehamilan dilakukan sebanyak satu kali dalam sebulan. Selanjutnya ada satu bulan terakhir (bulan 9), dokter akan menyarankan kontrol dua minggu sekali untuk memastikan kondisi janin untuk kelahiran.

Oiya, ada juga multivitamin yang diberikan dokter seharga Rp 160 ribu per kedatangan. Meskipun optional, namun kebanyakan calon ibu akan mengonsumsi vitamin tersebut untuk menambah kekuatan saat hamil.

Artinya dalam satu kali kehamilan, rata-rata calon ibu akan mengunjungi dokter sebanyak 11 kali. Total biaya yang dibutuhkan mencapai Rp 3.465.000.
Perlu diingat bahwa biaya pada rumah sakit swasta bisa berbeda.

4. Biaya Persalinan
Biaya persalinan seringkali menjadi komponen paling mahal. Namun sejatinya, biaya kelahiran normal di RSUD tipe B hanya sebesar Rp 5 juta rupiah. Namun apabila kondisi calon ibu tidak memungkinkan untuk bersalin dengan cara normal, ada pula pilihan operasi caesar yang menelan biaya sebesar Rp 11,5 juta.

Lagi-lagi, biaya persalinan bisa berbeda tergantung rumah sakit yang dipilih. Contohnya di Rumah Sakit MRCC Siloam Hospitals Semanggi, biaya persalinan normal berkisar antara Rp 13-37 juta. Sementara operasi caesar antara Rp 21-58 juta.

, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,