Penyebab 3 Kelainan Tulang Belakang

ByEquen

Mei 1, 2022 , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Saukprairiehd – Spinal disorder, atau yang dikenal dengan istilah kelainan tulang belakang merupakan kondisi yang memengaruhi kelengkungan atau posisi susunan tulang belakang. Tulang belakang sendiri terdiri dari 26 tulang vertebra, yang berfungsi untuk melindungi dan menopang sumsum tulang belakang dan saraf.

Penyebab 3 Kelainan Tulang Belakang

Ada sejumlah kondisi yang dapat memengaruhi bentuk dan kondisi tulang belakang, sehingga menimbulkan rasa nyeri dan kerusakan. Hal tersebut otomatis dapat mobilitas gerak tubuh pengidapnya. Beberapa kondisi tersebut adalah lordosis, kifosis, dan skoliosis. Apa yang menjadi penyebab ketiga kelainan tulang belakang tersebut? Ketahui selengkapnya di bawah ini.

1. Penyebab Lordosis

Lordosis merupakan kelainan tulang belakang yang menyebabkan tulang belakang bagian bawah melengkung atau bengkok ke depan. Tulang belakang normal juga memiliki lekukan di bagian bawah. Namun, mereka yang mengalami lordosis, lekukan ini terlalu berlebihan. Berikut ini yang menjadi penyebab lordosis:

  • Spondylolisthesis atau pergeseran salah satu ruas tulang belakang yang condong ke depan dan menutupi tulang di bawahnya. Ini tercatat sebagai penyebab paling umum dari lordosis.
  • Keretakan atau patahnya salah satu ruas tulang belakang bagian bawah akibat osteoporosis. Kelainan ini disertai dengan nyeri punggung belakang, terutama pada area yang retak.
  • Obesitas atau kelebihan berat badan ekstrem yang menyebabkan tulang belakang tidak lagi mampu menopang berat tubuh dengan sempurna.
  • Discitis atau radang piringan sendi tulang belakang, yang umumnya terjadi akibat infeksi.

Perawatan lordosis tergantung pada seberapa serius lengkungan terjadi. Pengidapnya dapat mengelola link slot gacor 2022 kondisi ini dengan terapi fisik dan latihan harian. Namun, kamu harus memeriksakan ke rumah sakit jika lekukannya tetap sama, meski kamu telah membungkuk ke depan. Segera buat janji dengan dokter melalui aplikasi Halodoc untuk mengatasi kondisi ini.

2. Penyebab Kifosis

Kifosis merupakan kondisi yang terjadi saat tulang belakang bagian atas condong ke belakang dengan lengkungan hingga lebih dari 50 derajat. Pengidap kondisi ini memiliki postur sangat bungkuk dan seakan memiliki punuk di punggungnya. Mereka yang rentan mengalami kondisi ini adalah wanita lanjut usia. Berikut ini beberapa kondisi yang menjadi penyebab kifosis:

  • Penuaan, terutama jika memang kamu memiliki postur tubuh yang buruk.
  • Kelemahan otot di punggung atas.
  • Penyakit Scheuermann, yang terjadi pada anak-anak dan tidak diketahui penyebabnya.
  • Radang sendi atau penyakit degenerasi tulang lainnya.
  • Osteoporosis, atau hilangnya kekuatan tulang karena usia.
  • Cedera pada tulang belakang.
  • Skoliosis, atau kelengkungan tulang belakang.

Sementara itu, ada beberapa kondisi yang menjadi penyebab kifosis, meskipun jarang dialami. Berikut ini beberapa di antaranya:

  • Infeksi pada tulang belakang.
  • Cacat lahir, seperti spina bifida.
  • Tumor.
  • Penyakit pada jaringan ikat.
  • Polio.
  • Penyakit Paget.
  • Distrofi otot.

Beberapa perawatan bisa dilakukan untuk membantu meringankan gejala kyphosis, seperti pemberian obat, terapi fisik untuk membantu membangun kekuatan pada otot inti dan punggung, latihan yoga, menurunkan berat badan hingga menjadi ideal, atau pada kasus yang parah bisa dilakukan pembedahan.

Baca juga : Kenali Gejala GERD dan Cara Mengatasinya

3. Penyebab Skoliosis

Pengidap skoliosis akan memiliki tulang belakang yang tampak bengkok ke samping, seperti membentuk huruf S atau C. Sayangnya, hingga saat ini belum diketahui pasti apa yang menjadi penyebab utamanya. Meski demikian, para ahli melihat kondisi tersebut dikaitkan dengan genetik seseorang. Berikut ini beberapa kondisi yang dikaitkan dengan penyebab skoliosis:

  • Kondisi neuromuskuler, seperti cerebral palsy atau distrofi otot.
  • Cacat lahir mempengaruhi perkembangan tulang tulang belakang.
  • Cedera atau infeksi tulang belakang.

Skoliosis yang terjadi pada anak bisa menjalani perawatan khusus menggunakan kawat khusus. Perawatan ini tidak menyembuhkan skoliosis atau membalikkan struktur tulang, tetapi kondisi ini dapat mencegah kondisi semakin memburuk lebih lanjut. Pada skoliosis yang parah, disarankan untuk dilakukan pembedahan atau operasi fusi tulang belakang guna mencegahnya berkembangnya penyakit semakin parah.

By Equen