Saukprairiehd Drama merupakan jenis karya sastra yang menggambarkan kehidupan manusia dengan gerak. Dalam dunia seni, drama bisa menjadi satu di antara hiburan untuk melepaskan penat.

Kata drama berasal dari bahasa Yunani ‘draomai’ yang berarti beraksi, bertindak, berbuat, dan berlaku. Pada hakikatnya, drama menggunakan beberapa tokoh untuk mengungkapkan dialog disertai gerak-gerik dan unsur artistik pertunjukan.

Contoh-Contoh Naskah Drama Singkat Berbagai Tema

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), drama merupakan komposisi syair atau prosa yang diharapkan dapat menggambarkan kehidupan atau watak melalui tingkah laku atau dialog yang dipentaskan.

Secara umum, drama merupakan satu di antara aliran dalam sastra yang berisi komposisi syair atau prosa, yang diharapkan dapat menggambarkan perilaku kehidupan manusia di atas panggung.

Lantaran menggambarkan perilaku manusia yang lekat dengan kehidupan sehari-hari, drama akan diwarnai dengan konflik masalah untuk menghibur para penonton.

Berikut ini beberapa contoh naskah drama singkat berbagai tema, seperti dilansir dari laman thegorbalsla.com, Kamis (2/9/2021).

Contoh Naskah Drama

                                                                        Persahabatan

Siang itu ketika jam istirahat sekolah berbunyi, Ari, Dian, Mala, Winda, dan Haris memesan makanan di kantin sembari mengobrol bersama.

Mala: Kalian tahu tidak kenapa Dika tidak masuk sekolah selama tiga hari? Apa dia sakit?

Haris: Terakhir saya melihat Dika kemarin sore duduk termenung di teras rumahnya ketika saya hendak ke warung dekat rumahnya. Saya sempat bertanya kenapa dia merenung dan tidak masuk sekolah. Dia hanya menjawab tidak apa-apa dan beralasan jika akhir-akhir ini dia selalu kesiangan.

Dian: Hmm, tidak mungkin Dika kesiangan terus menerus, dia kan anak rajin selalu bangun sebelum azan subuh. Jangan-jangan Dika sedang ada masalah tetapi dia tidak ingin menceritakan pada kita?

Winda: Ohiya, saya ingat, tiga hari yang lalu sepulang sekolah, ibuku bercerita kalau dia melihat Dika di pasar sedang membantu ibunya berjualan. Bukankah hari itu di mana hari pertama Dika tidak masuk sekolah?

Ari: Sebaiknya, sepulang sekolah nanti kita mengunjunginya untuk mengetahui apa yang terjadi pada Dika.

Winda, Haris, Mala, dan Dian setuju dengan usulan Ari. Sore harinya mereka berkumpul dan berangkat bersama menuju rumah Dika. Di sana mereka menemukan Dika sedang merapikan barang dagangan ibunya.

Dika: Teman-teman ada apa ya? Kenapa kalian mendadak kemari? Mari duduk dahulu.

Dian: Kami hanya ingin memastikan alasan kenapa kamu tidak masuk sekolah selama tiga hari berturut-turut karena kami semua tahu bahwa kamu sahabat kami yang paling rajin dan kami curiga kalau kamu sedang ada masalah.

Ari: Sebaiknya kamu menceritakan kepada kami apa masalahmu sebenarnya, Dik.

Dika: Maaf sebelumnya teman-teman, saya tidak ingin menceritakan karena malu dan tidak ingin menyusahkan kalian. Saya bekerja membantu Ibu untuk meringankan biaya sekolah. Saya terancam tidak bisa membayar uang SPP dan saya kasihan melihat Ibu bekerja sendiri.

Mala: Kalau begitu besok sore kami akan membantu berkeliling menjualkan sebagian daganganmu. Bagaimana teman-teman?

Haris: Saya setuju!

Winda: Ibuku sering membeli dagangan Ibumu karena ikan dan sayurnya selalu segar. Jajanan pasarnya juga lezat. Nanti saya tanyakan pada Ibu untuk menawarkan jajanan ibumu kepada teman-teman arisannya.

Dika: Terima kasih ya, Sahabatku, kalian memang sahabat sejatiku.

Contoh Naskah Drama

                                                                Pergaulan Bebas

Pagi itu di sebuah sekolah SMA, Bayu berlari menghampiri Jono, Liyana, Nina, Ardi, Mira, Cici, dan Ahmad.

Bayu: Teman-teman, kemarin ada salah seorang teman kita yang ditahan polisi karena terlibat kasus narkotika.

Jono: Iya, kemarin saya mendengar kabar burung, tetapi saya tidak mengetahui siapa anak yang ditahan tersebut.

Nina: Katanya sih, kalau tidak salah dengar yang ditangkap polisi itu si Riko anak kelas sebelah.

Ahmad” Ya ampun, kasihan sekali, pasti dia ada masalah sehingga sampai mencoba obat-obatan terlarang sebagai pelariannya. Di satu sisi, kejadian tersebut merusak nama baik sekolah kita.

Liyana: Tetapi, bisa saja dia merupakan korban atau dijebak orang. Kita tidak boleh menuduhnya sebagai pengguna terlebih dahulu sebelum ada bukti yang kuat.

Nina: Setahuku, dia memang berasal dari keluarga cukup mampu, namun kurang kasih sayang dari orang tuanya.

Ardi: Benar kata Liyana, sekarang banyak oknum tidak bertanggung jawab yang menjebak atau mencari korban lainnya.

Cici: Sekarang memang sedang marak kasus narkotika di kalangan remaja. Hampir setiap hari tayangan di televisi menyiarkan berita tentang kasus narkotika.

Ahmad: Kita harus pandai-pandai memilih teman bergaul dan mewaspadai orang asing di sekitar kita.

Mira: Kasih sayang dan perhatian orang tua memang sangat berpengaruh pada kehidupan remaja yang masih labil. Kalau orang tua terus mengabaikan anak-anaknya, mereka akan terjerumus ke pergaulan bebas.

Bayu: Katanya sih, dia tidak sampai dipenjarakan karena masih di bawah umur. Dia hanya akan melewati tahap rehabilitasi dan kedua orang tuanya perlu diselidiki lebih jauh terkait ketaktahuan mereka tentang anaknya yang sudah berulang kali menggunakan obat terlarang tersebut.

Cici: Semoga saja setelah direhabilitasi, Riko bisa sembuh dan bersekolah seperti biasanya.

Liyana: Semoga saja, perjalanan hidup kita masih panjang. Usia kita sekarang ini merupakan usia di mana kita menemukan jati diri dan merencanakan masa depan. Sangat disayangkan jika tindakan buruk yang kita perbuat sekarang dapat menghancurkan masa depan kita.

Jono: Mari kita bersama-sama saling mendukung dan mengingatkan supaya kita tidak terjerumus ke dalam pergaulan bebas yang akan merusak masa depan kita. Kuatkan iman dan terbuka kepada orang tua, keluarga, dan teman terdekat jika ada masalah agar kita tidak Depresi dan memicu kita melakukan perbuatan terlarang seperti mencoba menggunakan narkotika!

Klik juga : Tata Cara Mengganti Background Zoom di Laptop, HP iPhone dan Android

Contoh Naskah Drama

                                                                        Kebersamaan

Suatu hari lima sekawan sedang bermain bola di lapangan desa tempat mereka tinggal. Mereka memang sering bermain bola sore hari di lapangan tersebut. Dan saat ini mereka sedang beristirahat di pinggir lapangan.

Bayu: Dod, kamu dibawakan bekal apa sama ibumu? (sambil membuka kotak bekalnya).

Dodi: Aku dibawain bekal ayam goreng nih. Kalo kamu Bay?

Bayu: Aku dibawain bekal udang besar sama bundaku. Soalnya kemarin ayahku menangkap udang bersama ayah Ehsan.

Dodi: Jadi bekalmu juga juga pake udang San?

Ehsan: Iya Dod. Aku samaan sama Bayu (tersenyum semringah).

Dodi: Waaahhh enaknya… aku juga suka sekali udang. Kalo kamu ham?

Ilham: Aku dibawain sayur daun ubi dengan ikan sambal Dod. Makanan kesukaanku.

Dodi: Wahhh, itu juga tak kalah enaknya. Kalau kamu, Ton?

Anton: (tersenyum meringis) Aku gak bawa bekal. Ibuku pagi-pagi sekali suda bekerja karena abangku akan masuk SMA. Maka dari itu ayah sama ibu harus giat mencari uang. Jadi ibuku tak sempat masakin aku bekal (sedih).

Dodi: Ya sudah, Ton. Kamu masih bisa kok makan bersama kami.

Anton: Maksudnya ?

Ehsan : Gimana kalo kita ramai-ramai makannya biar Anton juga bisa makan, makanan kita.

Ilham: Bagaimana caranya ?

Ehsan : Begini saja, bagaimana kalo kita makannya pakai daun pisang? Jadi makanan kita, kita tuang ke daun pisang itu. Biar kita semua bisa makan bareng-bareng.

Dodi: Ide bagus tuh. Ayo!

Ilham dan Bayu mengambil daun pisang yang tak jauh dari tempat mereka. Dan mereka semua menuangkan makanannya di daun pisang tersebut. Mereka makan dengan lahap.

Anton: Terima kasih ya teman-teman. Cuma kalian teman yang mengerti keadaanku.

Bayu: Siap. Santai aja, Ton (tersenyum).

Contoh Naskah Drama

                                                                                    2 Menjadi 1

Di kamar Freya, Nayla datang dan duduk di pinggir kasur. Sementara Freya sedang berbaring di kasurnya.

Nayla: Frey, kamu kenapa ?

Freya : Enggak papa kok Nay, aku cuma sedikit stress aja karena ujian masuk PTN tinggal sedikit lagi.

Nayla: Oooh jadi itu yang membuat kamu mengurung diri di kamar terus? Terus kata mama kamu, kamu makannya sedikit.

Freya: Iya, lagi gak mood buat ngapa-ngapain nih.

Nayla: Frey, jangan gitu dong. Kalau kamu ga mau makan, mengurung diri terus di kamar, nanti kamu sakit. Terus kalau kamu sakit, kamu nanti enggak bisa ikut ujian tulis masuk PTN itu gimana ? Makin ribet nanti urusannya.

Freya: Iya juga ya, tapi gimana dong. Aku bingung nih.

Nayla: Yang kamu bingungin apa, Frey ?

Freya: Aku bingung, nanti kalo aku gak masuk PTN, aku harus gimana ?

Nayla: Sekarang, kamu jangan mikirin hasilnya dulu. Kamu belajar aja dulu yang rajin, banyakin jawab-jawab soal ujian tahun lalu. Urusan hasil itu belakangan.

Freya: Udah kok, Nay. Tapi, aku masih aja merasa takut ngebayangin kalau aku enggak diterima.

Nayla: Kayaknya kamu perlu untuk refreshing deh. Biar kepala kamu enggak pusing. Gimana kalau kita belajar bareng? Kita bisa cari tempat di luar sana kayak taman, kafe, dan yang lain. Biar kamu enggak tertekan, sekalian bisa liat pemandangan yang bagus terus hirup udara segar. Gimana menurut kamu?

Freya: Wah ide bagus tuh. Aku juga mau hirup udara segar. Otakku udah mumet banget nih.

Nayla: Ya udah, ayo.

Freya: Terima kasih ya Nay, kamu selalu ada di saat aku lagi butuh bantuan.

Nayla: Iya sama-sama, Frey.

Freya dan Nayla pun saling berpelukan.

By Equen