Bakso Titoti atau Bakso adalah jenis bola daging yang ada pada masakan Indonesia. Bakso umumnya terbuat dari campuran daging sapi giling dan tepung tapioka, tetapi ada juga bakso yang terbuat dari daging ayam, ikan, atau udang bahkan daging kerbau. Dalam penyajiannya, bakso menyajikannya dalam keadaan panas dengan kuah kaldu sapi bening, campurannya ada mi, bihun, taoge, tahu, terkadang telur lalu ada bawang goreng dan seledri juga.

Bakso sangat populer di seluruh Indonesia. dari gerobak pedagang kaki lima hingga restoran besar.Sekarang ada banyak pasar swalayan atau mal-mal yang menjual bakso dalam bentuk makanan beku. Irisan bakso dapat juga menjadi pelengkap jenis makanan lain seperti mi goreng, nasi goreng, atau capcai. Di Indonesia sendiri kita banyak menjumpai penjual Bakso, mulai dari PKL hingga restoran kelas atas. Hampir semua orang suka dengan makanan khas nusantara satu ini. Salah satu bakso yang akan kami bahas kali ini adalah Bakso Titoti. Yaps, kalian pasti udah pernah dengar bakso satu ini. Bakso satu ini cukup terkenal, sudah banyak media ataupun food vlogger

Sejarah Bakso Titoti

Bakso titoti berasal dari Wonogiri. Wonogiri memang terkenal dengan baksonya. Aroma dan rasanya begitu khas. Banyak sekali warga Wonogiri yang merantau untuk jualan bakso. Bakso titoti sendiri Berawal dari jualan keliling menggunakan gerobak pikul, pemilik warung berhasil merintis usahanya hingga memiliki 18 cabang. Bakso Titoti ada sejak tahun 1990-an yang membuat namanya begitu legendaris.

Dikutip dari Detik.com, Kirun yang merupakan Karyawan Bakso Titoti cabang Pasar Minggu menceritakan bahwa pemilik Bakso Titoti adalah Slamet Riyanto.

Dulu awal mulanya bapak itu cuma pakai gerobak pikul, keliling kampung gitu. Terus lama-lama bapak beralih pakai gerobak dorong. Setelah itu bapak ingin mengembangkan lagi usahanya dan buka pertama kali di depan kantor pajak Kalibata. Selama satu tahun di sana, sekarang pindah ke Pasar Minggu ini.” tutur Kirun.

Kirun menceritakan bahwa nama Titoti berasal dari nama belakang ketiga anak-anak Slamet Riyanto. Anak Pertama Namanya Nuryanti, jadi Ti. Anak kedua bernama Hartanto, sapaan akrabnya menjadi To, dan yang ketiga Namanya Susanti panggilannya Ti. Sehingga menjadi Titoti.

Keunggulan Bakso Titoti

Menurut Kirun, sejak pertama kali merintis hingga menjadi legendaris seperti saat ini, Pengelola selalu mempertahankan rasanya. Baik pada bakso maupun pada kuah kaldunya. Dalam memilih daging sapi untuk adonan bakso, daging bagian belakang sapi yang dipilih daging panasar dan daging penutup. Sehingga membuat baksonya terasa kenyal. Dalam sehari, Bakso Titoti cabang Pasar Minggu sering menghabiskan adonan bakso sebanyak puluhan kilogram.

“Dalam sehari itu bisa 30 kilogram, beda lagi kalau Sabtu dan Minggu bisa lebih banyak dari itu. Awalnya cuma bakso halus dan bakso urat, terus dikembangin lagi jadi ada bakso telur campur tahu dan kikil,” jelas Kirun.

Sementara untuk kuah kaldunya, dibuat dari tulang sumsum sapi. Hal tersebut membuat kuah kaldu pada baksonya terlihat lebih keruh dan terasa gurih sedap di lidah.

Menu

Bakso Titoti memiliki ciri khas tambahan berupa kikil. Sehingga membedakan bakso pada umumnya. Dalam 1 mangkuk berisi bakso urat ada juga bakso telur, tahu goreng, mie kuning dan mie bihun, taburan daun seledri, dan bawang goreng sebagai pelengkapnya.

Bakso ini terasa lebih enak karena memang saat disajikan ada penambahan bumbu penyedapnya. Ditambah lagi kaldu tulang sumsum yang gurih akan sumsumnya. Biasanya agar rasanya semakin mantap maka tambahkan sambal dan beberapa tetes cuka. Untuk harganya sendiri cukup terjangkau. Harga perporsinya hanya 25.000.

Selain bakso, ada juga menu mi ayam dan siomay. Untuk harganya berkisar antara Rp 19.000 – Rp 21.000 per porsinya. Untuk  minuman, varian minuman berkisar dari Rp 2.000 – Rp 12.000.

Langganan Ganjar Pranowo

Ternyata tak hanya orang biasa yang suka dengan rasa bakso legendaris ini. Dari orang biasa sampai pejabat menyukainya. Salah satu yang menjadi langgananya adalah Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Mengutip dari Tribunjateng.com, saat berkunjung ke Wonogiri, alumnus Universitas Gajah Mada ini tak mau melewatkan untuk mencicipi Bakso Titoti.

“Saya ketemu dengan pemiliknya waktu di Pasar Minggu Jakarta, akhirnya saya datang ke sini juga,” ujar Ganjar sebelum menyantap Bakso Titoti Wonogiri. Ia memesan menu bakso spesial ditemani dengan teh manis panas. Sekali menyeruput kuahnya, alis Ganjar langsung naik terkejut karena rasanya.

Setelah puas santap bakso Wonogiri Titoti, Ganjar melihat pandangan ke sekelilingnya sambil berujar, “Enak kan baksonya, ada yang mau nambah lagi? Mumpung masih di Wonogiri, lho,” tuturnya sambil tersenyum.

Kini, Bakso Titoti memiliki 18 cabang. Cabang
pertamanya adalah di Pasar Minggu. Sementara di Wonogiri ada dua cabang. berada
di Kota Wonogiri dan Kecamatan Ngadirojo dan menjadi pusatnya. Sementara di Jakarta ada beberapa tempat seperti
Kebon Jeruk, Sumur Batu, Pasar Minggu dan masih banyak lagi.

Untuk Sobat Sauk yang tidak ingin ketingalan tentang Makanan-makanan yang lagi hits. Jangan lupa pantau terus saukprairehd.com  ya.

By Equen