Image by Drazen Zigic on Freepik

Perspektif Sejarah tentang Fandom

Cendekiawan penggemar Cornel Sandvoss mendefinisikan fandom sebagai “konsumsi yang teratur dan melibatkan emosi dari narasi atau teks populer tertentu”.

Meskipun masuk akal untuk percaya bahwa setiap orang mungkin penggemar sesuatu, apakah itu olahraga, musik, film, selebriti, atau minat atau aktivitas lainnya.

 

Fandom dan Identitas

Sementara penggemar yang menggertak penggemar lain sering dicap “beracun”, penting untuk menghindari melukis dengan kuas yang terlalu lebar saat menggambarkan fenomena fandom beracun. Ada perbedaan besar, misalnya, antara kelompok penggemar yang melobi Elsa dari film “Frozen” untuk menjadi putri Disney pertama yang memiliki pacar dan mereka yang melecehkan aktor “Star Wars: The Last Jedi” Kelly Marie Tran dengan pelecehan rasis dan seksis sampai dia meninggalkan media sosial. Namun, proses psikologis yang menyebabkan kedua kelompok terlibat dalam aktivitas masing-masing adalah sama.

 

Orang Sering Mengumpulkan Identitas Penggemar

Fandom dimulai dengan adopsi identitas penggemar. Menjadi penggemar dapat menjadi cara yang ampuh untuk mendefinisikan diri, dan ketika seorang penggemar bertindak atas nama fandom mereka, mereka mengekspresikan identitas yang telah mereka pilih untuk diri mereka sendiri. Akibatnya, emosional yang dilakukan penggemar dalam objek penggemar favorit mereka untuk melihat objek itu sebagai perpanjangan dari diri mereka sendiri.

 

Fandom Membuat Orang Merasa Terhubung

Fandom jarang terlibat sendirian. Penggemar biasanya membentuk hubungan tidak hanya dengan objek penggemar favorit mereka tetapi juga dengan penggemar lain dari objek penggemar tersebut. Faktanya, penelitian menunjukkan bahwa meskipun penggemar tidak berinteraksi secara langsung dengan anggota komunitas penggemar lainnya, mereka masih menganggap diri mereka sebagai bagian dari komunitas itu.

 

Fans Akan Membela Obyek Fandom Mereka dan Fans Lainnya

Ketika orang mengumpulkan identitas pribadi dan sosial, mereka juga ingin mempertahankannya dari ancaman. Dalam kasus penggemar, ini berarti membela objek penggemar yang dilihat sebagai bagian dari diri sendiri dan komunitas penggemar.

Penelitian telah menunjukkan bahwa ketika peserta membaca editorial negatif tentang merek yang mereka sukai seperti Starbucks atau Facebook, mereka bereaksi membela diri seolah-olah mereka telah diancam secara pribadi.

Demikian pula, penelitian lain menunjukkan bahwa ketika penggemar “Harry Potter” telah memasukkan fandom mereka ke dalam konsep diri mereka, mereka lebih sensitif terhadap afirmasi dan ancaman terhadap bagian identitas mereka ini.

By Equen