16 Cara Merawat Anak Kucing Tanpa Induk

16 Cara Merawat Anak Kucing Tanpa Induk

Mar 19, 2022 by Equen

Saukprairiehd – Pada umumnya anak kucing yang baru lahir akan sangat bergantung pada induknya. Namun, bagaimana jika kamu menemukannya dan ingin memeliharanya? Tidak perlu khawatir, berikut cara merawat anak kucing tanpa induk yang bisa kamu lakukan.

Cara Merawat Anak Kucing Tanpa Induk

Memelihara hewan di rumah tidak hanya membutuhkan kasih sayang, tetapi kita juga harus mengetahui kondisi hewan tersebut agar tetap sehat.

Seperti memelihara kucing yang terpisah dari induknya. Nah, berikut ini beberapa cara yang bisa kamu lakukan.

1. Menyiapkan tempat yang nyaman

Jika ingin membawa anak kucing yang lahir tanpa induk, kamu harus siap untuk merawatnya.

Salah satunya adalah dengan memberikan kenyamanan dan keamanan bagi mereka. Misalnya, dengan memberikan tempat tidur yang nyaman dan memberikan lampu sebagai penghangat, seperti berikut ini.

2. Jangan membiarkannya sendirian!

Biasanya, induk kucing akan melahirkan beberapa ekor anak kucing yang menggemaskan. Sayangnya, tidak semua orang bisa memeliharanya sekaligus.

Namun, jika kamu memutuskan untuk memeliharanya semua, pastikan mereka berada pada satu tempat. Tujuannya adalah agar mereka tetap merasa hangat dan nyaman, meskipun tanpa kehadiran induknya.

3. Memberikan susu yang tepat

Apa makanan kucing kecil tanpa induk? Nah, secara umum, anak kucing biasanya membutuhkan susu induknya. Namun, bila kamu memelihara tanpa induknya, kamu bisa menggunakan susu pengganti yang tepat.

Kamu bisa memberikan susu dengan formula khusus, yang biasanya bisa diperoleh pada toko hewan terpercaya.

Hindari memberikan susu sapi atau cairan yang mengandung gula karena jenis kalsium yang mengandung laktosa tidak cocok untuk anak kucing.

Kamu harus berhati-hati memberikan asupan karena bisa berdampak pada kesehatan mereka.

4. Membantu kucing  untuk bersendawa

16 Cara Merawat Anak Kucing Tanpa Induk

Seperti bayi, anak hewan juga dapat merasa kembung jika ada gas yang menumpuk setelah diberikan susu.

Cobalah untuk menepuk punggungnya beberapa kali secara perlahan supaya gas di dalam tubuhnya bisa keluar secara maksimal.

5. Membuat jadwal pemberian susu

Cara merawat anak kucing tanpa induk tidak bisa sembarangan karena, harus ada jadwal yang teratur.  Mulai dari kapan memberikan susu formula yang tepat, hingga takarannya.

Untuk memudahkan kamu berikut panduan lengkap pemberian susu pada anak kucing yang tepat.

  • Saat berusia 0-1 minggu dengan berat 50-150 gram, maka cukup berikan 2-6 ml susu formula setiap 2 jam.
  • Anak kucing yang berusia 1-2 minggu dengan berat sekitar 150-250 gram, maka bisa memberikan 6-10 ml susu setiap 2-3 jam.
  • Untuk anak kucing 2-3 minggu dengan berat mencapai 250-350 gram, maka berikan 10-14 ml susu formula setiap 3-4 jam
  • Bagi anak kucing berusia 3-4 minggu dengan berat 350-450 gram, kamu bisa memberikan 14-18 ml susu formula setiap 4-5 jam.
  • Saat berusia 4-5 minggu dengan beratnya 450-550 gram, kamu bisa memberikan 18-22 ml susu formula anak kucing setiap 5-6 jam.
  • Untuk anak kucing berusia 5-8 minggu yang memiliki berat mencapai 550-850 gram, kamu bisa memberikan makanan padat basah khusus setiap 6 jam.

6. Membantu untuk buang air besar

Meski menjijikan, tetapi kamu harus bisa membantu saat anak kucing buang air besar.  Jadinya, mereka bisa tumbuh dengan lebih sehat.

Untuk membantunya, kamu bisa melakukan pijatan pada perut, lalu kemudian membersihkannya dengan tisu kering dan basah.

7. Melakukan grooming secara rutin

Biasanya, anak kucing yang memiliki induk akan bersih dengan cara dijilati oleh induknya. Namun, karena tidak mempunyai induk, maka kamu harus berperan sebagai ibu mereka.

Salah satu caranya adalah melakukan grooming dengan menggunakan sisir, lap atau kain. Hindari untuk memandikan kucing saat masih bayi, karena akan berdampak buruk bagi kesehatan mereka.

Klik juga : 12 Manfaat Tanaman Hias yang Jarang Diketahui!

8. Menjauhkan dari kucing dewasa

Kucing dewasa biasanya suka penasaran terhadap sesuatu. Untuk itu, kamu harus menghindarinya dari anak-anak kucing yang baru lahir.

Memang tidak berbahaya, tetapi pisahkan terlebih dahulu sampai mereka mencapai usia yang cukup.

9. Menyediakan litter box

Ketika anak kucing sudah bisa berjalan, cobalah untuk memperkenalkan tempat buang air atau litter box. Nantinya, anak kucing akan terbiasa untuk menggunakannya dalam keseharian.

Tidak perlu bingung mengajarkannya karena cukup letakan litter box pada area terdekat, maka secara insting mereka akan belajar sesuai dengan tingkat kemampuannya.

10. Memberikan vaksin kepada anak kucing

16 Cara Merawat Anak Kucing Tanpa Induk

Cara merawat anak kucing tanpa induk lainnya adalah dengan memberikan vaksin. Karena dapat mencegah resiko penyakit atau virus yang mungkin menyerang kapan saja.

Biasanya, kamu bisa memberikan mereka vaksin ketika sudah berusia 6-8 minggu hingga usia mereka sekitar 16 minggu.

Kemudian, dalam jarak waktu setahun mereka harus mendapatkan vaksin penguat. Vaksinasi sendiri biasanya dilakukan beberapa kali dengan jarak waktu 3-4 minggu.

Sebelum memberikan vasksin, pastikan kamu memeriksakan fisiknya terlebih dahulu dan melakukan tes infeksi “retrovirus” Feline Leukemia virus (FeLV) dan Feline AIDS (FIV).

Uji juga apakah anak kucing perlu mengonsumsi obat cacing atau tidak.

Jenis vaksin yang bisa kamu berikan juga sangat beragam. Menurut American Association of Feline Practitioners (AAFP), ada vaksin wajib untuk semua anak kucing, seperti berikut ini.

  • Feline panleukopenia virus (FPV)
  • Herpesvirus-1 (FHV-1)
  • Calicivirus (FCV) atau Rabies
  • Feline Rhinotracheitis
  • Feline Leukemia Virus (FeLV)

Dengan memberikan vaksin, maka imun anak kucing akan menjadi kuat,dan memberikan efek yang baik.

Namun, ada kasus kegagalan imunisasi, infeksi, menggunakan obat yang dapat menurunkan imun tubuh, hingga tumorigenesis, ketika sel normal mengalami transformasi menjadi sel kanker.

Nah, bila ini terjadi, anak kucing dapat mengalami gejala seperti di bawah ini.

  • Letih lesu
  • Demam
  • Anoreksia
  • Lymphadenomegaly regional
  • Radang otak
  • Radang sendi
  •  Polineuritis
  • Perubahan perilaku
  • Kejang
  • Alergi
  • Perubahan warna pada lokasi bekas suntikan

10. Membawanya ke dokter hewan

Ketika anak kucing mulai terlihat sakit dan lesu, segeralah membawanya ke dokter hewan. Bisa jadi, mereka mengalami suatu penyakit.

Membawa kucing ke dokter hewan juga bisa mencegahnya dari berbagai risiko penyakit dan mengetahui lebih awal kondisi kucing tersebut, seperti apakah ada cacat bawaan dan diabetes.

11. Mengajaknya bergerak lebih aktif

Tidak baik jika hewan peliharaan hanya berdiam diri. Alasannya tidak baik untuk kesehatan dan pertumbuhan.

Dalam hal ini, setiap hewan memerlukan gerak tubuh, seperti melompat, berlari, mengejar, menangkap yang juga membantu pemilik dan kucing memiliki hubungan yang lebih dekat.

Nah, Anda bisa menggunakan stik khusus untuk mainan kucing, seperti di bawah ini.

12. Mengajarkan hal positive

Pastikan kamu juga mengajarkan banyak hal positif agar kucing bisa tumbuh lebih baik. Misalnya, tidak membuang kotoran sembarangan dan ajarkan cara bersikap ketika bertemu hewan lain.

Hindari menggunakan kekerasan agar tidak menimbulkan trauma mendalam pada mereka.

13. Check up secara rutin

Banyak yang beranggapan kucing hanya perlu dibawa ke dokter saat vaksin dan ketika mereka sakit.

Padahal, check up rutin juga diperlukan untuk mengetahui penyakit, kadar gula tinggi, atau berat badan berlebih yang mungkin terjadi.

Selain itu, dengan check up rutin, kamu bisa mengetahui hal-hal di bawah ini.

  • Apakah berat badan kucing sudah ideal atau berlebih? Jangan lupa memeriksa timbunan lemak pada pinggul, pangkal paha, atau bawah perut.
  • Perhatikan apakah dibalik bulu yang cantik ada penyakit tersembunyi, seperti kulit berkerak, terluka atau mengelupas.
  • Periksa bagian bokong, ekor, dan perut. Cek kembali apakah ada kutu-kutu yang menempel. Segera hubungi dokter atau berikan obat yang tepat untuk menanganinya.
  • Waspada infeksi mata pada kucing. Mata kucing yang normal akan tidak berair, berwarna merah muda, dan akan merespon dengan cepat.
  • Untuk mengetahui apakah telinga anak kucing sehat. Biasanya, mata kucing akan berwarna merah muda dan tidak berbau.
  • Jika terdapat warna cokat dan kuning pada gigi maupun gusi anak kucing, ini merupakan tanda plak yang menumpuk.
  • Periksa pada bagian tubuh mulai dari depan hingga belakang. Apakah ada tonjolan atau luka pada bagian kaki dan cakar.

14. Membersihkan secara rutin

Salah satu tanggung jawab yang tidak disukai banyak orang adalah saat harus membersihkan kotoran.

Pastikan untuk membersihkan kotoran secara rutin agar kucing tidak terkena masalah penyakit yang mungkin saja terjadi.

Selain itu, jangan biarkan kotoran berada pada tempat tidur kucing terlalu lama, ya!

15. Memperkenalkan Makanan Baru 

Saat anak kucing mulai bisa berjalan, mereka bisa diberi makan secara mandiri dengan cara memberi susu pada wadah.

Selain itu, kamu juga bisa memberikan beberapa jenis makanan baru dalam bentuk cair maupun padat.

16. Mengajarkan Kepatuhan

Kamu juga perlu mengajarkan kepatuhan pada anak kucing. Misalnya, mulai dari makan pada wadah hingga buang air pada litter box tanpa perintah.

Ajarkan juga anak kucing agar tidak merusak benda-benda disekitarnya. Untuk mengatasinya, miliki cat scratcher yang menjadi media untuk menggaruk kuku.

, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,